Archive for January, 2009
45 Perawat Indonesia siap disebar diseluruh Panti Jompo Jepang
YOKOHAMA, SELASA — Suasana haru meliputi aula Yokohama Kenshu Center, Selasa malam, ketika lagu “Kokoro No Tomo” dan “Kemesraan” menjadi lagu perpisahan para caregivers (perawat untuk lanjut usia) asal Indonesia dengan lembaga yang selama ini membimbing mereka karena esoknya sudah harus bekerja di berbagai panti jompo yang tersebar di seantero Jepang.
Pada awalnya ke-45 caregivers Indonesia itu membawakan lagu-lagu riang dan bernyanyi dengan suara yang bersemangat karena baru saja memperoleh sertifikat kelulusan bahasa Jepang. Namun, ketika membawakan lagu “Kokoro No Tomo” yang bernuansa sedih, beberapa caregivers tanpa tersadar mulai menitikkan mata. Begitu juga dengan sejumlah pembimbing Jepang.
Suasana haru pun langsung memenuhi ruangan, ketika para caregivers dan para pembimbiangnya berdiri bergandengan tangan untuk menyanyikan lagu “Kemesraan”. Isak tangis pun langsung terdengar. Sementara para tamu lainnya yang berada tidak jauh dari mereka berdiri terdiam ikut menahan haru mendengarkan lagu yang berbicara soal kedekatan perasaan itu.
Momen kesedihan itu langsung saja menjadi santapan bagi puluhan jurnalis dan wartawan foto Jepang yang meliput acara pemberian sertifikat kelulusan tersebut. Kilatan cahaya lampu flash dari kamera segera saja menerpa wajah-wajah sedih tersebut.
Seusai lagu “Kemesraan”, peluk dan tangis di antara caregivers dan pembimbing mereka pun menjadi salam perpisahan. Suasana itu membuat Presiden AOTS Kazuo Kaneko juga tidak tahan hingga harus keluar ruangan. “Suasananya mengharukan sekali. Selamat malam,” kata Kaneko terburu-buru di pintu keluar.
The Association for Overseas Technical Scholarship (AOTS) merupakan lembaga pelatihan yang ditunjuk Pemerintah Jepang untuk memberikan pelatihan bahasa dan budaya Jepang kepada para perawat dan caregivers Indonesia selama enam bulan. Seteah itu mereka diharuskan mengkuti ujian bahasa Jepang untuk bisa bekerja di Jepang dengan masa waktu tiga tahun.
Sebelumnya, Kazuo Kaneko dalam sambutannya memuji perawat dan caregivers Indonesia atas semangatnya yang mampu menyelesaikan pelatihan bahasa, bahkan lulus hingga memperoleh sertifikat.
Kaneko menjelaskan, para perawat dan caregivers Indonesia berlaku sopan, periang, dan yang paling membuat para instruktur kagum adalah semangatnya untuk menyelesaikan program pelatihan yang berjalan selama enam bulan penuh.
“Semoga sukses, dan selamat jalan,” kata Kaneko mengakhiri sambutannya. Sementara itu, Dubes RI untuk Jepang Jusuf Anwar menyatakan juga kekagumannya karena para caregivers mampu menunjukkan bukti akan tenaga profesional Indonesia. Keberhasilan memperoleh sertifikat juga merupakan modal yang kuat untuk menjalankan tugas-tugas selama di Jepang,” kata Dubes.
“Senang mendengar semangat anda, semangat untuk bekerja keras, karena demikianlah Jepang. Dengan keberhasilan ini saya yakin anda-anda semua akan dapat diterima dengan cepat,” kata mantan menteri keuangan itu. Dubes juga mengingatkan bahwa para perawat Indonesia dan caregivers adalah tenaga kerja terdidik yang memiliki skill sehingga perlu membuktikannya kepada publik Jepang akan kemampuan tenaga kerja Indonesia.
“Anda juga merupakan duta-duta bangsa yang bisa mengangkat citra Indonesia di luar negeri. Sekali lagi selamat berjuang. Gambate Kudasai!?” seru dubes memberi semangat yang langsung disambut tepuk tangan para caregivers.
Menurut salah seorang caregivers, Ariyani Setyaningsih, dia dan teman-temannya memang berusaha keras untuk bisa lulus karena sertifikat ini bukan sekadar bukti untuk diterima di Jepang, tetapi juga bagi bagi kemampuan caregivers Indonesia sendiri.
“Ini seperti menjadi kekuatan bagi kami. Apalagi kami juga tdak ingin mengecewakan pembimbing kami yang sudah mengajari dengan sangat baik,” kata perawat asal Jakarta itu.
Ariyani bersama teman-temannya akan ditempatkan di 21 panti jompo yangg tersebar di 13 provinsi di seantero Jepang. Ariyani sendiri akan ditempatkan di Panti Jompo Hanashi di Osaka.
“Senang sekaligus campur sedih. Kami memang lulus, tetapi ini baru satu tahap dari ujian lainnya yang harus kami lewati, yaitu bisa atau tidaknya diterima masyarakat Jepang,” kata Dianti Simanjuntak yang akan ditempatkan di Nagoya.
Perawat dan caregivers Indonesia tiba di Jepang awal Agustus 2008, dan merupakan gelombang pertama dari 1.000 perawat yang akan bekerja di Jepang sesuai skema perjanjian kerja sama strategis Economic Partnership Agreement (EPA ) antara Indonesia dan Jepang.
Kedatangan perawat dan caregivers Indonesia pada awal Agusus 2008 disambut keraguan oleh masyarakat Jepang, yang meragukan kemampuan mereka untuk bisa berbahasa Jepang yang dikenal sulit.
ABD, Sumber : Kompas.com
TKI “Pahlawan Devisa” tak dipungut pajak penghasilan
Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan menegaskan pekerja Indonesia di luar negeri (TKI) tidak akan dikenai pajak penghasilan (PPh) atas penghasilan yang diperoleh semasa berada di luar negeri. Aturan itu berlaku dengan catatan masa kerja TKI di luar negeri lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 1 tahun. TKI dalam hal ini termasuk dalam kategori subjek pajak luar negeri.Hal itu ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution dalam peraturan Dirjen Pajak tertanggal 12 Januari 2009, nomor PER-2/PJ/20O9 tentang Perlakuan PPh bagi Pekerja Indonesia di Luar Negeri.
“Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh pekerja Indonesia di luar negeri dan telah dikenai pajak luar negeri, tidak dikenai pajak penghasilan di Indonesia,” jelas Darmin dalam peraturan itu yang diterima Bisnis, kemarin.
Namun, untuk penghasilan yang diterima TKI dari Indonesia akan tetap dikenai PPh sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia yakni UU No. 36/2008 tentang PPh.
Perdirjen tersebut dikeluarkan untuk memberikan kepastian hukum atas perlakuan PPh bagi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari dalam jangka waktu setahun.
Selama ini Ditjen Pajak menilai telah terjadi kesimpangsiuran terkait status TKI yang bekerja di luar negeri yaitu apakah berstatus subjek pajak dalam negeri atau subjek pajak luar negeri.
Darmin sebelumnya juga menegaskan TKI yang bekerja di luar negeri tidak perlu menyampaikan SPT, apabila telah bekerja dan tinggal di luar negeri lebih dari 183 hari dalam setahun. [Bisnis. 26 Desember 2008)
Dengan berstatus sebagai WP luar negeri, TKI tidak lagi dikenai PPh atas penghasilannya selama dia bekerja dan tinggal di luar negeri. Mereka hanya dikenai pajak pajakberdasarkan penghasilan bruto dengan tarif pajak sepadan, dan tidak wajib menyampaikan SPT.
Akan tetapi, apabila pekerja itu berstatus sebagai UT dalam negeri, TKI tersebut akan dikenai pungutan PPh baik yang diterima atau diperoleh dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. Mereka akan dikenai pajak berdasarkan penghasilan neto dengan tarif umum, dan wajib menyampaikan SPT.
Dalam APBN 2009. penerimaan pajak ditargetkan tumbuh 21,65% atau Rp650,29 triliun, lebih rendah daripada target APBN-P 2008 sebesar 23,52%. Penurunan proyeksi tersebut karena mempertimbangkan revisi UU PPh terkait penerapan tarif PPh baru.
Penerimaan pajak dalam APBN 2009 akan dioptimalkan dari PPh dengan target Rp364,4 triliun. Akan tetapi. Darmin sebelumnya memperhitungkan imbas krisis keuangan global akan menurunkan setoran penerimaan pajak tahun ini lebih dari 1,5% dari target APBN 2009.
Sumber : Bisnis Indonesia, melalui posting blog KP2KP trenggalek
Silaturahmi bersama Pak Dubes

Crew emsik pada acara undangan makan malam bersama pak dubes dan staf
Pada tgl 24 januari 2009 jam 18.00 waktu di kuwait, paguyuban emsik di undang makan malam oleh KBRI Kuwait, dalam acara ramah tamah yang bertempat dikediaman pak dubes kami memanfaatkan suasana yang akrab ini untuk berdialog dan berdiskusi, dengan suasana yang akrab pak dubes memberikan wejangan kepada seluruh perawat indonesia yang bekerja diambulance kuwait untuk senantiasa bekerja dengan membawa nama baik bangsa indonesia.
Dalam kesempatan ini pak dubes yang penuh wibawa dan merakyat ini memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas kehadiran perawat ambulance di kuwait, obrolan pun berlanjut membahas mengenai verifikasi ijasah yang sekarang ini sedang santer dibicarakan serta pembicaraan mengenai kondisi negara kita saat ini menjelang di adakannya pemilu 2009.pengalaman selama bekerja di ambulance kuwait dan mengenai paguyuban “emsik” pun jadi topik pembicaraan lainnya.
pada akhirnya pak dubes berpesan agar kita selalu mengikuti aturan-aturan yang diberlakukan pemerintah kuwait, agar selama bekerja tidak menemukan kendala dan masalah yang akan merugikan kita sendiri.
setelah memberikan wejangan, acara dilanjutkan makan malam bersama. Suasana hangat dan akrab tetap terjaga dengan kehadiran obrolan-obrolan ringan selama makan.
Terima kasih ya pak dubes .. telah mengundang kami untuk bersilaturahmi, kami sangat merasa dihargai atas undangan ini, semoga acara ini dapat memberikan motivasi dan support kepada kami dalam bekerja dengan membawa nama baik bangsa.
Lowongan Perawat ke Taiwan
Kabar gembira bagi teman2 sejawat, bahwa PPNI Prop. Jatim telah bekerjasama dengan PT. PDS (Prima Duta Sejati) memberikan kesempatan kepada perawat yang ingin bekerja ke Taiwan.
Persyaratan :
1. Wanita / pria
2. Sehat jasmani dan rohani
3. TB min 152, BB seimbang
4. Lulusan DIII Kep
5. Ijazah Asli dan foto copy terlegalisir
6. Copy KTP
7. Copy KK
8. Copy Akte Kelahiran
9. SKCK
10. SIP dan KTA PPNI
Fasilitas :
* Gaji + Rp 5.184.000/bln
* Tempat tinggal dan makan
* Askes dan jamsostek
Pendaftaran Gratis
Anda Berminat Kirim berkas anda terakhir Tgl 20 Januari 2008
Info lebih lanjut Hub : Dimas (Sekretariat PPNI Prop Jatim).
Sumber: Milis PPNI Pusat