Archive for May, 2009
Seminar Keperawatan,Memperingati International Nursing Day

pada tgl 9 Mei 2009, bertempat di aula KBRI Kuwait, Indonesia National Nursing Assocition Kuwait ( INNAK) menyelenggarakan seminar sehari dengen tema ” Nursing Profession Today and Future Related to Global Competency Required” yang dibawakan oleh Dr. Nora Ahmad. Phd of Nursing, dan “Self Esteem and Nurse Profession” oleh dr.Emad Obaidat.
Seminar yang menggunakan bahasa inggris ini di bawakan oleh sdr. Dadan Ramdhani Abbas ( Crew Emsik ) sebagai Master of Ceremony dan Bpk. Ananta ( Kuwait Oil Company) sebagai Moderator. Seminar dimulai setelah Ketua INNAK Bpk. Dudi Hidayat dan Bpk. Ketua Perkibar memberikan sambutan.
Acara ini diselenggarakan dalam rangka merayakan hari perawat sedunia ( Nursing Day ) pada tanggal 12 Mei, Speaker pertama yaitu Dr. Nora Ahmad.Phd of Nursing, beliau adalah seorang doktor ilmu keperawatan lulusan UK dan menjabat sebagai Assistant professor college of Nursing PAAET Kuwait, Kuwait University, berkebangsaan malaysia. Dalam seminarnya beliau membahas tentang Professionalism in Nursing yang mencakup tentang tanggung jawab profesional,kriteria profesional dan bagaimana menjadi perawat profesional.
Dalam sesi diskusi tanya jawab, yang menarik adalah peserta yang menanyakan dan membahas tentang tantangan menjadi perawat profesional khususnya di negara kuwait dengan adat dan budaya para pasien yang berbeda dengan masyarakat di asia dan eropa.

Speaker kedua yaitu dr. Emad Obaidat, berkebangsaan jaordania, Beliau adalah seorang dokter clinical therapist di sebuah rumah sakit Kuwait. Dalam pembahasannya mengenai self esteem untuk profesi perawat, beliau membahas bagaimana sebaiknya seorang perawat yang profesional mempunyai sikap dan body language yang baik dalam melayani para client/pasien. Dengan diperagakan dan dipraktekkan langsung bersama peserta seminar membuat suasana seminar menjadi meriah.
Dalam sesi tanya jawab, yang menarik adalah peserta menanyakan dan membahas tentang perbedaan cultural antara pasien dan perawat dalam konteks pemberian pelayanan kesehatan dalam hal self esteem.
Seminar berjalan dengan suasana yang menarik dan sesuai dengan yang direncanakan, setelah seminar berakhir dilanjutkan dengan pembahasan tentang laporan perkembangan verifikasi ijasah bagi perawat yang belum selesai.
akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan INNAK atas terselenggaranya seminar ini dan berharap semoga acara seperti ini dapat diselenggarakan secara rutin agar selalu mendapatkan informasi yang up to date tentang ilmu keperawatan. Dan kami menghimbau kepada teman sejawat yang belum ikut berpartisipasi, dimasa mendatang marilah kita dukung dan ikut berpartisipasi.
Selamat hari perawat sedunia, Bravo dan maju terus Profesi Perawat.
Bukan Flu Babi, tapi Flu Meksiko

Sabtu, 2 Mei 2009 | 10:56 WIBJAKARTA, KOMPAS.com — Flu babi saat ini mulai membuat banyak orang khawatir setelah flu burung. Setelah WHO menyatakan perubahan nama menjadi influenza A(H1N1), sekarang ada usulan menjadi flu Meksiko.
“Selama ini masyarakat mengetahui penyakit influenza yang marak belakangan ini sebagai flu babi. Tapi anggapan itu salah, yang benar adalah influenza H1N1 atau bisa juga influenza meksiko,” terang Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan, Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, di Jakarta Sabtu (2/5).
Menurut Yoga, seluruh influenza disebabkan oleh virus yang bernama influenza, dan influenza dibagi lagi menjadi A, B, dan C. Influenza yang paling banyak diderita oleh manusia adalah influenza A, kemudian influenza A dibagi lagi menjadi dua tipe yaitu tipe H dan N.
“Ini merupakan penyakit endemi, yang artinya dapat menyebar dengan cepat. Jalur penyebarannya pun dari manusia ke manusia, bukan dari hewan ke manusia,” terang dia.
“Masyarakat juga tidak perlu khawatir mengonsumsi daging babi, walaupun virus H1N1 juga terdapat pada babi, virus yang ada pada babi itu berbeda dengan virus H1N1 yang menyerang manusia. H1N1 yang ada pada babi dapat mati setelah diolah dengan matang,” lanjutnya.
Yoga juga menerangkan, berdasarkan data WHO pada pukul 05.30 tadi, sebanyak 367 orang di seluruh dunia telah dinyatakan positif terjangkit flu meksiko dan 10 penderita meninggal.
Di Asia penyakit ini baru ditemukan di Hongkong. Untuk Indonesia sampai saat belum ditemukan penderita yang terjangkit kasus ini, dan kasus paling banyak ditemukan di Meksiko.